Frugal Living Sedang Ngetren, Begini Cara Memulainya

Gaya Hidup  
Uang dan frugal living
Uang dan frugal living

Frugal living alias gaya hidup frugal saat ini sedang naik daun. Frugal living adalah cara hidup hemat yang mengutamakan pengeluaran sesuai kebutuhan.

Frugal living ini tidak sama dengan pelit, ya. Karena pelakunya bisa saja membelanjakan uang dalam jumlah besar jika dinilai sepadan dengan manfaat yang diperoleh.

Sebut saja pendiri Facebook Mark Zuckerberg. Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, ia menjalani kehidupan yang sederhana.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Sehari-hari Zuckerberg mengendarai mobil VW seharga Rp 400 jutaan. Nilai yang tergolong murah buatnya.

Meski demikian, Zuckerberg tidak sungkan mengeluarkan dana lebih dari Rp 100 miliar rupiah untuk membeli rumah bagi keluarga kecilnya.

Contoh lain, ketika harus memilih antara sepatu murah tapi lebih cepat rusak dan sepatu mahal tapi jauh lebih awet, pelaku frugal living akan memilih sepatu yang mahal.

Mereka beranggapan, sepatu yang awet akan menghemat uang dibanding harus sering membeli sepatu karena rusak.

Frugal living bisa jadi salah satu cara untuk menghemat pengeluaran . Jika dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang, tentunya akan menambah jumlah tabungan kita.

Lantas bagaimana caranya jika ingin memulai gaya hidup seperti ini. Gampang.

Pertama, coba periksa pengeluaran dan pendapatan bulanan kita. Analisa seberapa besar pendapatan dan seberapa banyak pengeluaran dalam satu bulan.

Pilah mana pengeluaran yang memang untuk kebutuhan pokok dan mana pengeluaran yang sifatnya sekunder.

Audit secara seksama, apakah kita cukup.efisien dalam membelanjakan uang untuk kebutuhan pokok atau tidak.

Sebagai contoh, pembayaran listrik bulanan Pastikan bahwa kita sudah menerapkan perilaku hemat energi agar biayanya bisa ditekan.

Intinya, memfokuskan pengeluaran pada hal-hal yang sifatnya penting.

Karena itu jangan segan untuk mencoret pengeluaran konsumtif yang sekiranya hanya akan membebani anggaran.

Pastikan Anda membelanjakan lebih sedikit dari pendapatan yang dimiliki. Jika ini dirasa sulit bisa dilakukan bertahap.

Misal bulan ini bisa memotong pengeluaran sebesar 10 persen, naikkan menjadi 15 persen di bulan selanjutnya, demikian seterusnya hingga sampai di titik yang maksimal.

Intinya adalah mengurangi pengeluaran di mana kelebihan dana akan dialihkan pada investasi atau menabung.

Kedua, ubah gaya hidup menjadi lebih hemat. Saat belanja, misalnya, bisa dengan melakukan pembelanjaan secara grosir untuk mendapatkan harga murah bagi produk-produk dengan masa kadaluarsa panjang, seperti sabun, sampo dan sejenisnua.

Pastikan selalu membandingkan harga barang yang akan dibeli. Atau dengan manfaatkan diskon saat belanja. Tapi ingat, jangan sampai berbelanja secara impulsif.

Ketiga, kurangi jajan di luar. Sebagai gantinya bisa membawa bekal dari rumah. Gunakan transportasi publik yang lebih murah karena disubsidi.

Aturan utamanya, jumlah yang dibelanjakan tidak lebih dari 30 persen pendapatan bersih setelah dipotong pajak maupun pinjaman.

Manfaatkan barang-barang yang ada di rumah, jangan sedikit-sedikit membeli barang. Atur barang-barang serapi mungkin sehingga mudah ditemukan ketika dibutuhkan.

Sebagai informasi, Ratu Elizabeth termasuk orang yang menganut frugal living.

Ia dikabarkan tidak suka merusak kertas pembungkus kado yang diterimanya karena beranggapan kertas tersebut masih bisa digunakan jika dibuka dengan hati-hati.

Nah, dengan panduan singkat di atas, sekarang Anda bisa mulai menerapkan frugal living.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Nulis, Makan, Minum, Sport

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image